SPPD Bodong

SPPD itu apa sih?

Surat Perintah Perjalanan Dinas. Mungkin buat temen2 yang kerja di pemerintahan udah ngerti dan gak asing dengan namanya SPPD, sekarang aja banyak perusahaan swasta yang menggunakan hal yang sejenis.

Jadi SPPD itu adalah kelengkapan adminstrasi ketika seorang karyawan melakukan perjalanan dinas. Nah, ketika sudah sampe di tempat kunjungan kerja, SPPD itu harus mendapatkan pengesahan berupa cap dan tandatangan pejabat dari kota / lembaga yang kita kunjungi. Makanya SPPD itu penting sekali, karena sebagai bukti bahwa seorang karyawan bener2 sampe ke tempat tujuan.

Nantinya, SPPD yang udah dicap dan tandatangan beserta kelengkapan yang lain, dapat diproses untuk mencairkan dana. Atau dengan kata lain SPPD itu bisa di-duit-in. :)

Sayangnya banyak sekali orang-orang yang menyalahgunakan SPPD. Perjalanan pribadi tapi seenak hati bawa SPPD dari kantor, berharap dapat pengesahan dari kota tujuan, dan akhirnya bisa dapet duit dengan cara gak bener.

Sedikit cerita tentang kantor saya ya.. Continue reading

Dewi Korsik

Dewi Korsik, yah itulah julukan saya di kantor tiap bulan Agustus datang menjelang… Kok bisa? Jangan salah ini gak ada hubungannya dengan Saiful Jamil Dewi Perssik. :mrgreen:

Tapi ada hubungannya dengan absennya saya selama sebulan terakhir dari ngeblog. Buat blogger yang udah sering maen ke sini, mungkin udah tau kalo saya kerja di Protokol Kota Jogja. Yang punya tugas keprotokolan menyiapkan berbagai acara di lingkungan Pemerintah Kota Jogja. Dan bulan Agustus selalu menjadi bulan yang cukup padat dengan kegiatan.. ditambah lagi tahun ini bersamaan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Agustus selalu identik dengan Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan RI. Dan fokus biasanya tertuju pada Paskibraka.. padahal ada pasukan lain yang tidak boleh ketinggalan, yaitu Korps Musik disingkat korsik. Terdiri dari alat musik tiup dan perkusi.

Setiap upacara besar termasuk peringatan HUT Kemerdekaan RI, Korsik memegang peranan penting. Dia mengiringi jalannya upacara. Korsik juga istimewa lho.. karena menurut per-Undang-Undangan keprotokolan… sebenarnya hanya korps musik saja yang boleh mengiringi Lagu kebangsaan Indonesia Raya. Alat musik lain, hanya boleh ambil intro-nya aja, dan dilanjutkan vokal tanpa iringan musik.

Sedangkan kalo Korsik, secara UU, mereka lah yang boleh memainkan lagu Indonesia Raya dari awal hingga selesai.

Oke balik lagi soal Dewi Korsik. Kok bisa saya disebut Dewi Korsik? Karena salah satu tugas saya di kantor adalah mengurusi korps musik ini. Dari soal administrasi, seragam, jadwal latihan, sampe ke honor.

Korps Musik Kota Jogja terdiri dari berbagai unsur, karyawan pemkot yang masih aktif, pensiunan, masyarakat biasa, sampe purnawirawan angkatan. Bagi mereka yang pensiunan.. mengabdikan diri sebagai anggota Korsik adalah suatu kebanggaan. Padahal honornya juga tidak seberapa besar. Jangan bayangkan mereka segagah anggota TNI / POLRI yang bertugas di kesatuan Korps Musik ya… tapi mereka punya semangat yang sama.

Berinteraksi dengan mereka gampang2 susah, 50 kepala beda-beda pemikirannya. Harus bisa ‘ngemong’.. Salah satu hal yang terkadang sulit bagi saya sebagai Dewi Korsik adalah… ketika mereka sebenernya secara fisik udah nggak sanggup lagi untuk mengiringi upacara (yang berdiri cukup lama), saya tidak sanggup memberhentikan mereka. Bisa dibilang pengabdian mereka itu seumur hidup.. sekali ikut ya sampe menutup mata…

saat mereka bertugas di sebuah upacara di Balaikota Yogyakarta

Korsik Kota Yogyakarta terdiri dari 50 personil, gabungan karyawan, masyarakat umum, pensiunan dan purnawirawan.

Bapak Sarwi, salah satu pemain instrumen tiup. Beliau adalah purnawirawan TNI Angkatan Udara, dulu juga bertugas di Korsik TNI AU.

Dari semangat mereka yang udah sepuh itu, rasanya malu buat kita yang masih muda, sehat, berpenghasilan cukup tidak ikut membantu yang kesusahan. Sekalian mumpun di bulan Ramadhan, ayo keluarkan sebagian dari harta kita untuk mereka yang membutuhkan… jangan cuma 2,5 % aja… itu sih minimal :)

Selain itu, melihat semangat mereka pula, janganlah kita malah pesimis terhadap negeri kita. Emang iya, di negara kita banyak koruptor.. tapi tidak termasuk kita kan? Emang benar di bangsa ini banyak orang memanipulasi fakta demi kepentingan golongan tertentu.. tapi tidak termasuk kita kan?

Mari kita konsisten pada kebaikan… demi Indonesia yang lebih baik! Merdeka! :)

PS. Maaf baru bisa online lagi, karena tugas saya sebagai Dewi Korsik baru selesai kemaren :)

Garuda Tetap Di Dadaku

Selamat tahun baru 2011!! Inilah tulisan pertama saya di tahun baru ini.. :)

Ada yang terlewat dan belum sempat saya tulis di blog ini.. yaitu tentang Tim Nasional Sepakbola Indonesia. Rasanya tidak adil kalo sebelumnya saya sering menuliskan kekecewaan terhadap Timnas *bisa dibaca di sini*, tapi ketika mereka berhasil bangkit.. saya cuman diam dan gak mengapresiasi mereka. Yah.. biarpun udah telat, saya tetep mau nulis ini.

Penampilan Firman Utina dkk di AFF 2010 lalu emang luar biasa. Fighting spirit yang ga surut sampai peluit panjang berbunyi. Mereka memang gak jadi juara.. tapi jadi juara di hati masing-masing suporter Timnas, termasuk saya. Walopun udah hampir pasti mereka kalah aggregate, timnas tetap berjuang.. biarpun kalah, mereka tetap terhormat.

Selain itu, suporter timnas juga semakin dewasa. Walopun nggak juara, suporter nggak rusuh dan tetep mendukung timnas yang gagal jadi juara. Inilah arti suporter yang sesungguhnya.

Hanya saja, saya enggan memberikan apresiasi kepada PSSI. Mungkin gagalnya timnas jadi juara ada baiknya, agar PSSI terutama pucuk pimpinannya nggak jadi besar kepala, sombong, dan berada di atas angin. Sibuk poles citra sana-sini. Beuh… *lah malah jadi emosi* Semoga aja, segera dibukakan jalan agar yang sebaiknya turun segera turun.. :P

Yang pasti, Garuda Tetap di Dadaku.

Lagu Kebangsaan

Udah seminggu-an ini, disuguhi tontonan pertandingan bola Piala Dunia. Banyak gol indah tercipta :)

Ternyata momen-momen gol itu.. bukanlah yang paling mengena di hati saya.

Momen yang berhasil menelusup di hati adalah sesaat pertandingan dimulai.. tepatnya ketika lagu kebangsaan dari dua timnas diperdengarkan atau dikumandangkan ;)

Walopun bukan lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya.. saya bisa merasakan kebanggaan para pemain bola itu.

Dengan meletakkan tangan kanan di dada kiri.. dengan semangat menyanyikan lagu kebangsaan mereka.

Wah, pasti rasanya bangga banget.  Apalagi Piala Dunia adalah event besar berskala internasional.

Dan memang, yang sanggup membuat lagu kebangsaan diputar di forum internasional, hanyalah orang-orang istimewa. Yaitu Presiden / Kepala Negara / Kepala Pemerintahan dan tentu saja para atlet.

Masih saya inget juga, haru biru-nya suasana saat Susy Susanti meraih medali emas di Olympiade.

Ketika Indonesia Raya diperdengarkan, sepertinya nggak cuma si atlet sendiri yang merasa bangga dan bahagia.. tapi semua orang Indonesia yang menyaksikan momen itu.

Hm, kapan ya timnas Indonesia bisa mengumandangkan Indonesia Raya di Piala Dunia? :| ah.. semoga suatu saat bisa 8)

Dan pertanyaannya adalah.. kapan terakhir kamu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya? :)

Cukai Rokok = Pendapatan Besar ?

Apakah memang begitu?

Ya, secara umum kebanyakan orang akan menyetujui bahwa cukai rokok adalah salah satu kontributor besar untuk pendapatan negara yang kita cintai ini.. Indonesia.

Tapi ternyata ada fakta lain yang kontra dengan pendapat umum tersebut, yang cukup surprising buat saya. Yaitu :

Pendapatan negara (th.2005) dari cukai rokok adalah Rp.32,6 Trilyun. Tapi, pengeluaran negara untuk ASKESKIN bagi mereka yang sakit akibat merokok adalah Rp.167 Trilyun.

Artinya, pengeluaran negara untuk mengobati para perokok, adalah 5 kali lipat dari cukai rokok yang masuk ke kas negara. Dan bisa dibilang negara ‘rugi’ Rp.134,4 Trilyun karena mereka yang merokok.

Fakta itu saya dapat, ketika belum lama ini saya mengikuti Peresmian Klinik Berhenti Merokok di lingkungan tempat kerja saya. Dalam acara tersebut dihadiri pula sebuah lembaga yang disebut Quit Tobacco Indonesia (QTI) Fakultas Kedokteran UGM, yang memberikan paparan beberapa hasil penelitian tentang berbagai hal yang berkaitan dengan rokok.

Ternyata hampir 70% perokok adalah mereka yang berpendidikan rendah dan umumnya mereka adalah berpendapatan rendah.

Sehingga, ketika mereka pada akhirnya sakit karena kebiasaan merokok.. pengobatan dibebankan pada negara.

Berarti, pendapatan negara dari cukai rokok, jadi minus dong.. kalo dilihat dari fakta tersebut.. *mikir..*

Well, teman.. ini fakta yang ada lho..  Bagaimana menyikapinya, up to you lah.. ;)

Dari Langit

Walaupun bukan pertama kalinya naik pesawat, saya selalu takjub dengan pemandangan alam dari atas.. semakin membuat saya merasa kecil di hadapan Allah swt.

merapi dari langit

Foto ini saya ambil saat berangkat dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Sulsel. Gunung Merapi tampak anggun dikelilingi awan putih yang berarak..

di antara dua kaki

Inilah gugusan pulau-pulau kecil di antara dua kaki Sulawesi. Inilah pemandangan saat perjalanan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara.

Dan Allah itu detil.. tidak ada setetes embun pun yang terlewat dari pantauan-Nya. Termasuk diciptakannya gugusan pulau-pulau itu.