Temen-temen.. tolong dijawab pertanyaan di bawah ini yaaa…
Siap?
Jawab pertanyaan saya berikut ini :
- Punya account jejaring sosial? Punya dong.. apa aja?
- Berapa lama punya itu semua?
- Dipake apa aja?
Very simple questions, huh? Saya pengen ikutan jawab..
- saya punya facebook, twitter, pernah punya Plurk, pernah punya friendster, online juga di YM, trus apa lagi ya?? Ohya, punya blog.
- Berapa lama? Dari semua itu.. yang paling ‘tua’ mungkin YM kali ya, tahun 2002-an mungkin. Setelah itu.. yang lain ngikutin perkembangan jaman aja.
- Dipake apa? Hm.. rupanya saya termasuk yang STD alias standar.. standar aja banget.. bisa ketemu dengan temen2 lama, temen2 baru.. pasang foto2 sendiri, narsis, eksis.. tapi belum nyampe ke bisnis.
Untuk pertanyaan ke-3, emang saya akuin.. saya standar banget dengan penggunaan akun2 yg saya punya. Bahkan.. sangat-sangat standar. Sedangkan mereka yang kreatif, media ini bisa mendatangkan banyak keuntungan, keuntungan duit ato pun non duit. Contohnya jualan secara online, tinggal bikin account aja.. gratis.. tapi bisa dapetin banyak konsumen dan keuntungan.
Mau eksis? yang jago fotografi lewat Fotografer.net ato AyoFoto! bisa menampilkan karya-karyanya. Ato apa aja deh.. ikutan kontes ini itu dan bisa dapet I-pad *ngelirik Mbak Erry*
Jejaring sosial pada akhirnya, membentuk kebiasaan baru, budaya baru.. Undangan arisan yang tadinya harus pake ‘sowan’ alias dateng ke rumah, kemudian bergeser lewat surat menyurat, bergeser lagi lewat telpon / sms, dan sekarang ini dilengkapi dengan pengumuman lewat group di facebook.
Daaan… yang lebih besar lagi adalah… melalui jejaring ini bisa ngumpulin berjuta-juta orang dengan satu suara. Say No to ini lah.. Say Yes to itu lah… Bahkan yang paling ekstrem, seorang Presiden pun akhirnya bisa dipaksa turun, setelah didemo ribuan orang yang digalang melalui jejaring sosial. Bisa kita liat di Timur Tengah yang lagi bergolak sekarang.
Di Indonesia pun juga gitu.. dari dukung mendukung tokoh politik tertentu.. sampe ke kegiatan yang bersifat sosial.. pure sosial..
Salah satunya.. seperti di Jogja, ketika terjadi erupsi Merapi, banyak informasi gak jelas, yang berakibat pada kepanikan warga. Untungnya ada sekelompok relawan yang peduli berbagi informasi yang akurat melalui berbagai media yang ada. Salah satunya lewat internet.. facebook dan twitter. Yang paling dikenal adalah Jaringan Informasi Merapi ato lebih familiar dengan nama Jalinmerapi.
Yang lebih menarik lagi, aktivitas gerakan sosial media ini telah difilmkan.. alias udah didokumentasikan. Pemutaran perdana sekaligus diskusinya digelar pada acara #3Gmerapi (Guyub Gugur Gunung Merapi), Jumat 18 Maret 2011 di Taman Budaya Yogyakarta. Dari jam 15.00 – 22.00.Pengen lebih jelasnya.. bisa klik di sini. Datang ya..




